02 March 2009

Sujud Syukur

Apakah sikap kita apabila mendapat kejayaan? Apakah pula reaksi kita apabila lulus dalam peperiksaan? Pernahkah kita bersujud kepada Allah Rabbul-Jalil tanda kesyukuran kita? Sahabat-sahabat semua, mari kita kerjakan sunnah ini yg telah ditinggalkan oleh ramai manusia iaitu……

Sujud Syukur

Sujud syukur termasuk petunjuk Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dan para shahabatnya ketika mendapatkan nikmat yang baru (nikmat yang sangat besar dari nikmat yang lain) atau ketika tercegah dari musibah/adzab yang besar.

Hukum Sujud Syukur

Jumhur ulama berpendapat tentang sunnahnya sujud ini.

Di antara hadits-hadits yang digunakan adalah :

a. Hadits dari Abi Bakrah :

Artinya : "Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam apabila datang kepadanya berita yang menggembirakannya, beliau tersungkur sujud kepada Allah.

b. Hadits :
Artinya : "Bahwasanya Ali radhiallahu 'anhu menulis (mengirim surat) kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam mengabarkan tentang masuk Islamnya Hamdan. Ketika membacanya, beliau tersungkur sujud kemudian mengangkat kepalanya seraya berkata : "Keselamatan atas Hamdan, keselamatan atas Hamdan."

c. Hadits Anas bin Malik :

Bahwasanya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam ketika diberi kabar gembira, beliau sujud syukur.

d. Hadits Abdurrahman bin Auf :

Artinya : "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, Jibril Alaihis Salam datang kepadaku dan memberi kabar gembira seraya berkata : "Sesungguhnya Rabbmu berkata kepadamu, 'barangsiapa membaca shalawat kepadamu, Aku akan memberi shalawat kepadanya. Dan barangsiapa memberi salam kepadamu, Aku akan memberi salam kepadanya.' " Maka aku sujud kepada-Nya karena rasa syukur.

Bagaimana syarat-syarat dilaksanakannya sujud syukur?

Imam Shan'ani menyatakan setelah membawakan hadits-hadits masalah sujud syukur di atas : "Tidak ada pada hadits-hadits tentang hal ini yang menunjukkan adanya syarat wudhu dan sucinya pakaian dan tempat."

Imam Yahya dan Abu Thayib juga berpendapat demikian. Adapun Abul 'Abbas, Al Muayyid Billah, An Nakha'i, dan sebahagian pengikut Syafi'i berpendapat bahwa syarat sujud syukur adalah seperti syarat didalam shalat.

Imam Yahya mengatakan pula : "Tidak ada sujud syukur dalam shalat walaupun satu pendapat pun."

Abu Thayib tidak mensyaratkan menghadap kiblat ketika sujud ini.

Imam Syaukani merajihkan bahwa dalam sujud syukur tidak disyaratkan wudlu, suci pakaian dan tempat, juga tidak disyaratkan adanya takbir dan menghadap kiblat. Wallahu A'lam.

(Dipetik dari Majalah SALAFY/Edisi XXIV/1418/1998/AHKAM)

3 comments:

ingin tahu said...

boleh tak bgtau mcmmane exactly nak sujud syukur ni since byk pendapat?

Anonymous said...

Menurut Dr Wahbah Zuhaily didalam bab 5: Sebab dan sifat sujud Tilawah - Fiqh islami (2/118)[2], Sujud Syukur didalam Mazhab Syafie serupa dengan sujud Tilawah. Ia boleh dilakukan diatas kenderaan jika seseorang didalam didalam permusafiran. Terdapat 5 rukun iaitu:

a. Berniat.
b. Takbiratul Ihram
b. Sujud satu kali sahaja.
c. Duduk selepas sujud dan
d. Memberi salam.

Anonymous said...

boleh rujuk kt sini
http://al-ahkam.net/home/modules.php?op=modload&name=MDForum&file=viewtopic&t=33561&highlight=syukur